Majas
adalah bahasa kias atau salah satu cara pengungkapan pikiran melalui bahasa
secara khas dalam bentuk lisan untuk menciptakan efek tertentu. Terdapat tiga
jenis majas, yaitu majas perbandinga, pertentangan, dan pertautan.
1.
Majas perbandingan, terdiri sebagai
berikut
a.
Perumpamaan,
yaitu perbandingan dua hal yang hakikatnya berlainan, tetapi sengaja dianggap
sama.
Perbandingan itu secara eksplisit di jelaskan dengan memakai kata seperti, sebagi, ibarat, upama, bak, laksana.
Perbandingan itu secara eksplisit di jelaskan dengan memakai kata seperti, sebagi, ibarat, upama, bak, laksana.
Contoh: Seperti udang dibalik batu
b.
Metafora yaitu
perbandingan yang implisik, tanpa kata pembanding.
Contoh: Perpustakaan adalah gudang ilmu
c.
Personifikasai
yaitu penginsanan atau memperorangkan benda mati (tidak bernyawa)
Contoh: Ombak berkejar – kejar di tepi pantai
d.
Alegori yaitu
perbandingan utuh atau metafora yang diperluas
Contoh: Kemudia bahtera hidup keluargamu. Nahkoda dan awaknya
harusy satu tujuan agar hidup menjadi bahagia
a.
Hiperbola,
yaitu ungkapan melebihkan apa yang sebenarnya di maksud.
Contoh:
Suaranya mengelegar membelah angkasa
b.
Litotes, yaitu
ungkapan yang mengurangi atau melemahkan kekuatan pernyataan sebenarnya.
Tujuanya merendahkan diri.
Contoh:
Mengapa kamu bertanya kepada orang yang bodoh seperti saya ini
c.
Ironi, yaitu
majas yang menyatakan makna bertentangan, dengan maksud mengolok – olok.
Contoh:
bukan main bersihnya di sini, di mana – mana ada sampah.
a.
Metonimia,
yaitu pengunaan nama ciri atau hal yang ditautkan dengan sesuatu sebagai
pengantinya.
Contoh:
Adik minum aqua
b.
Eufemisme,
yaitu ungkapan penghalus sebagai pengganti hal yang dirasa kasar.
Contoh: saya izin ke belakang sebentar.
c.
Aulosion, yaitu
menunjuk secara tidak langsung ke peristiwa, tokoh, atau tempat yang sudah di kenal
umum. Majas ini juga menggunakan ungkapan, peribhasa, ataupun samiran pantun yang isinya sudah
umum.
Contoh: Jangan seperti kura – kura dalam perahu .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar