Sabtu, 19 Oktober 2013

Pengertian Majas

Majas adalah bahasa kias atau salah satu cara pengungkapan pikiran melalui bahasa secara khas dalam bentuk lisan untuk menciptakan efek tertentu. Terdapat tiga jenis majas, yaitu majas perbandinga, pertentangan, dan pertautan.
1.         Majas perbandingan, terdiri sebagai berikut
a.       Perumpamaan, yaitu perbandingan dua hal yang hakikatnya berlainan, tetapi sengaja dianggap sama.
Perbandingan itu secara eksplisit di jelaskan dengan memakai kata seperti, sebagi, ibarat, upama, bak, laksana.
Contoh: Seperti udang dibalik batu
b.      Metafora yaitu perbandingan yang implisik, tanpa kata pembanding.
Contoh: Perpustakaan adalah gudang ilmu
c.       Personifikasai yaitu penginsanan atau memperorangkan benda mati (tidak bernyawa)
Contoh: Ombak berkejar – kejar di tepi pantai
d.      Alegori yaitu perbandingan utuh atau metafora yang diperluas
Contoh: Kemudia bahtera hidup keluargamu. Nahkoda dan awaknya harusy satu tujuan agar hidup menjadi bahagia
2.         Majaspertentangan, terdiri sebagai berikut
a.       Hiperbola, yaitu ungkapan melebihkan apa yang sebenarnya di maksud.
Contoh: Suaranya mengelegar membelah angkasa
b.      Litotes, yaitu ungkapan yang mengurangi atau melemahkan kekuatan pernyataan sebenarnya. Tujuanya merendahkan diri.
Contoh: Mengapa kamu bertanya kepada orang yang bodoh seperti saya ini
c.       Ironi, yaitu majas yang menyatakan makna bertentangan, dengan maksud mengolok – olok.
Contoh: bukan main bersihnya di sini, di mana – mana ada sampah.
3.         MajasPertautan, terdiri sebagai berikut
a.       Metonimia, yaitu pengunaan nama ciri atau hal yang ditautkan dengan sesuatu sebagai pengantinya.
Contoh: Adik minum aqua
b.      Eufemisme, yaitu ungkapan penghalus sebagai pengganti hal yang dirasa kasar.
Contoh: saya izin ke belakang sebentar.
c.       Aulosion, yaitu menunjuk secara tidak langsung ke peristiwa, tokoh, atau tempat yang sudah di kenal umum. Majas ini juga menggunakan ungkapan, peribhasa,  ataupun samiran pantun yang isinya sudah umum.

Contoh: Jangan seperti kura – kura dalam perahu .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

/>